Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, memberikan bahwa Programme for International Student Assessment (PISA) yakni asesmen global yang memetakan sistem-sistem pendidikan di aneka macam macam negara yang dites untuk anak di umur 15 tahun. ”Seperti yang kita semua telah pahami, ranking kita kini masih banyak butuh kenaikan utamanya di area literasi itu yang mengalami sedikit penurunan,” ujar Mendikbud dikala menawarkan informasi pers lewat pertemuan video usai Rapat Terbatas, Jumat (3/4). Untuk itu, Mendikbud telah mempersiapkan seni manajemen yang komprehensif untuk mampu memajukan kualitas pembelajaran sehingga nanti di tahun 2024 atau tahun 2025 saat tes PISA berikutnya mampu terlihat akan ada peningkatan, sebagai berikut: Pertama , dan yang terpenting adalah untuk mengganti standar penilaiannya itu sendiri. “Makanya yang sudah kita kerjakan dengan UN itu diubah menjadi assessment kompetensi minimum, assessment kompetensi minimum itu ialah terinspirasi oleh PISA dan memang sungguh mirip dengan PISA dan soal-soalnya pun mengikuti dan melekat dengan PISA, namun dengan assessment,” imbuh Mendikbud. Karena PISA itu, menurut Mendikbud, cuma untuk 15 Ia akan menurunkan itu, baik yang buat Sekolah Menengan Atas, SMP, dan juga SD. Ia menyebutkan bahwa step pertama yaitu mengikuti persyaratan internasional yakni PISA dalam assessment pemetaan pendidikan kita. ”Karena UN itu standar lokal tetapi assessment kompetensi kita yang baru itu adalah tolok ukur internasional. Tentunya yang dites bukan cuma kognitif saja tapi juga survei abjad dan lingkungan mencar ilmu, dimana kita akan bisa mendapatkan pemetaan hal-hal lain yang berhubungan dengan norma-norma, kesehatan mental, kesehatan budpekerti, dan kesehatan pada belum dewasa di masing-masing sekolah,” kata Mendikbud seraya menegaskan langkah awal yaitu mengubah terhadap standar penilaian atau assessment global yakni PISA. Kedua , yakni untuk transformasi kepemimpinan sekolah, yakni memastikan bahwa guru-guru penggagas terbaik yang kini di banyak sekali macam daerah itu betul-betul yang menjadi pemimpin sekolah, yang menjadi kepala sekolah. ”Dan mereka juga diberikan keleluasaan dan otonomi dalam penggunaan anggaran dan diberi supply dengan aneka macam macam akomodasi teknologi untuk merendahkan atau meminimalkan beban administratif mereka, sehingga mereka bisa konsentrasi pada mentoring guru-guru di dalam sekolah mereka,” tandas Mendikbud. Ketiga , ialah kenaikan kualitas dibandingkan dengan pendidikan profesi guru atau PPG supaya mencetak guru-guru gres dengan kualitas yang bagus yang punya misi yang searah, yakni untuk siswa yang terbaik. ”Dan ini yakni kami akan membuka acara pendidikan profesi guru di banyak sekali macam institusi lokal maupun internasional dan itu akan membuat alumni-alumni lulusan yang lebih baik lagi. Karena banyak sekali guru yang pensiun, ada guru-guru PNS yang pensiun setiap tahunnya. Jadinya pabrik guru kita itu mesti diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya,” ungkapnya. Kemudian, berdasarkan Mendikbud yaitu untuk memastikan juga bahwa pelatihan-pelatihan guru yang ada sekarang itu bukan sifatnya cuma teoritis namun sifatnya praktik dan betul-betul mencar ilmu. ”Ada yang dilaksanakan pembinaan di dalam sekolah-sekolah lain yang kualitasnya lebih baik. Bukan cuma di dalam sebuah pelatihan atau ditunjukkan PowerPoint tapi proses pelatihan guru itu dikerjakan lewat interaksi dengan guru dan guru dan di dalam class room, pengamatan dan feedback,” imbuhnya. Keempat ialah untuk melaksanakan transformasi pengajaran yang sesuai dengan tingkat kesanggupan siswa. ”Sekarang ini banyak sekali pengajaran sebab silabus kita dan kebijakan-kebijakan mengajar kita sungguh rigid, sungguh ketat, sehingga berbagai guru-guru dan sekolah yang tidak bisa mengajar kurikulum yang tepat dengan tingkat kemampuan siswa,” urai Nadiem. Kadang-kadang, berdasarkan Nadiem, terlalu susah yang dihadapi siswa jadi kurikulum ini mesti disederhanakan, dibentuk lebih fleksibel, dan berorientasi terhadap kompetensi, dan disokong juga dengan tool kit-tool kit online yang mampu membantu personalisasi atau segmentasi pembelajaran. ”Sehingga tidak semua murid harus melakukan sebuah hal yang sama, kalau satu kelas pun murid-murid dengan tingkat kesanggupan yang berbeda bisa melaksanakan misalnya PR yang berbeda atau project yang berlainan,” tandasnya. Kelima , yaitu filsafat bahwa semua perubahan atau transformasi sekolah itu dikerjakan cuma di kementerian itu akan berganti, kemitraan dengan kawasan dan aneka macam macam organisasi pelopor itu akan ditingkatkan. ”Kaprikornus kami yakin di Kemendikbud bahwa partisipasi masyarakat dan aneka macam macam organisasi di dunia pendidikan maupun itu nirlaba, perusahaan-perusahaan yang punya passion di pendidikan, Ed-tech, teknologi startup-startup di bidang pendidikan semuanya mesti dirangkul untuk bekerja sama untuk menyasar kenaikan pembelajaran hasil berguru siswa,” pungkasnya. Sumber: https://setkab.go.id/ Sumber http://supiadi74.blogspot.com
Home
Posts filed under INFO GURU
Tampilkan postingan dengan label INFO GURU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFO GURU. Tampilkan semua postingan
Selasa, 18 Mei 2021
Minggu, 16 Mei 2021
Cara Menerima Kuota Gratis Telkomsel, Xl Dan Indosat Untuk Mengakses Platform Atau Aplikasi Mencar Ilmu Online
Pandemi virus corona atau covid-19 memantik perhatian beberapa operator seluler besar dan menawarkan kuota. Namun perlu dicatat, kuota yang diberikan cuma mampu dipergunakan untuk kepentingan belajar dari rumah. Melalui kuota tersebut, penggunanya dapat mengakses platform atau aplikasi belajar online. Beberapa operator seluler pun cukup bermacam-macam menunjukkan paketnya, ada yang 2 GB per hari hingga sekaligus 30 GB. 1. Telkomsel Bagi Anda yang ingin mengakses platform e-learning seperti Zenius, Quipper, Cakap, Bahaso, situs e-learning beberapa kampus, dan lain sebagainya, bisa memakai paket Ilmupedia. Paket sebesar 30GB ini dibagikan secara gratis. Sementara itu, untuk pengguna Ruangguru, mampu mengakses paket Ruangguru. Paket itu juga diberikan sebesar 30 GB. Perlu dikenali, paket tersebut bakal aktif selama 30 hari untuk penguna simPATI, Kartu AS, Loop, dan Kartu Halo. Untuk mengaktifkan paket-paket itu, Anda mampu melakukannya via aplikasi myTelkomsel. Aplikasi ini mampu diunduh di PlayStore dan AppStore. Cara Mengaktifkan Paket Internet Ilmupedia 30 GB Gratis Dari Telkomsel? Ketentuan dan cara menemukan paket Ilmupedia Telkomsel yaitu sebagai berikut: Paket Ilmupedia dapat digunakan khusus pengguna Telkomsel dan telah memakai paket data Telkomsel. Pada smartphone, buka aplikasi MyTelkomsel. Jika belum terpasang, silahkan unduh lewat Play Store untuk pengguna Android atau App Store pengguna untuk iOS. Pada halaman Home silahkan pilih Buy Pakage (Tombol berwarna merah). Jika baru pertama kali memakai aplikasi MyTelkomsel, silahkan mengikuti proses aktivasi MyTelkomsel. Pilih Internet Pilih Bebas Akses Klik Beli pada bab Bebas Akses Ilmupedia 30 GB. Aktifkan dan Bayar Paket seharga Rp.0 (nol Rupiah). Jika sukses, pada halaman Home pada salah satu kotak akan terdapat layanan Ilmupedia dengan data 30 GB selama 30 hari sejak paket diaktifkan dan siapdigunakan. 2. XL Selain Telkomsel, operator XL juga memperlihatkan kuota gratis untuk kepentingan mencar ilmu di rumah. Melalui kuota 2 GB per hari ini, pengguna mampu mengakses beberapa platform e-learning seperti Kelas Pintar, Sekolah.mu, sampai portal Rumah Belajar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tak hanya itu, berkat kuota ini, pengguna juga mampu mengakses situs e-learning beberapa kampus secara gratis. Untuk menerima kuota tersebut, Anda mampu mengakses aplikasi myXL dan Axisnet. Cara Mengaktifkan Paket Internet Perhari Dari XL? Ketentuan dan cara memperoleh Paket Internet Gratis 2 GB Perhari dariXL adalah selaku berikut: Pertama ada login ke https://my.xl.co.id/pre/index1.html#/login , Gunakan nomor XL kau untuk login Kedua Pilih Paket #DIRUMAHLEBIHBAIK Jika ingin membaca Keterangan silahkan Klik Info Jika ingin mengaktifkan Paket Gratis 2 GB Perhari Dari XL silahkan klik AKTIFKAN Tunggu konfirmasi SMS dari XL. Jika sukses, mempunyai arti paket sudah diaktifkan dan siap dipakai. 3. Indosat Operator seluluer Indosat Ooredoo juga tak ketinggalan menunjukkan kuota gratis selama pandemi virus corona ini. Ada kuota gratis 30 GB yang bisa digunakan untuk mengakses beberapa platform mencar ilmu online. Platform itu di antaranya ialah Ruangguru, Quipper, Sekolahmu.com, sampai Rumah Belajar. Kemudian, kuota tersebut juga bisa digunakan untuk mengakses situs e-learing beberapa kampus di Indonesia. Untuk mengaktifkan paket ini, pengguna mampu melakukannya via aplikasi myIM3. Selain itu, pengguna juga bisa mengakses *123*368#. Cara Mengaktifkan Paket Internet Edukasi 30gb Gratis Dari Indosat? Panduan Akses Internet Edukasi 30 GB Gratis Pengguna Kartu Indosat sebagai berikut: Mengaktifkan paket lewat MyIM3 Pastikan aplikasi MyIM3 telah terinstal pada ponsel pintar. Jika belum, silahkan unduh dan install dari Play Store untuk pengguna smartphone Android atau App Store bagi yang menggunakan ponsel pintar iOS. Lakukan login memakai nomor IM3 yang dimiliki atau alamat email. Setelah login, maka Anda mampu melihat penawaran acara Belajar di Rumah. Selanjutnya, menuju halaman acara Belajar di Rumah kemudian Pilih tombol Beli Sekarang Akan tampil beberapa pilihan tata cara pembayaran, pilih metode Saldo Rp0 (Nol Rupiah) Pilih Harga paket dan klik tombol Bayar Anda akan mendapatkan SMS gosip bahwa paket mencar ilmu di Rumah sudah aktif dengan kuota 30 GB selamat 30 hari Paket Belajar di Rumah telah bisa digunakan Mengaktifkan Paket lewat Kode Dial Pada ponsel pintar, buka aplikasi telepon atau Phone Kemudian, ketikkan instruksi *123*369# dan tekan Call/Yes. Selanjutnya, Anda akan menerima pesan aktivasi paket Belajar di Rumah Ketikkan angka 1 untuk aktifkan paket dan tekan tombol send. Apabila sukses, maka Anda akan menerima SMS dari IM3 Ooredoo yang menyatakan bahwa paket sudah aktif dengan kuota 30 GB selama 30 hari. Sumber http://supiadi74.blogspot.com
Rabu, 12 Mei 2021
Acara Rekrutmen Kandidat Dosen/Pelatih Dan Guru Pamong Ppg Prajabatan Bidang Studi Pgsd
Calon Guru Pamong berasal dari guru yang bertugas mendampingi dosen/pelatih PPG dalam membimbing mahasiswa pada kegiatan pengembangan perangkat pembelajaran dan PPL. Sekolah asal dari Guru yang ditetapkan menjadi Guru Pamong pada Program PPG maka akan menjadi sekolah kawan perguruan tinggi penyelenggara PPG sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Adapun info daftar akademi tinggi penyelenggara PPG bidang studi PGSD dan tata cara pendaftaran secara lengkap telah disampaikan di dalam surat yang ditujukan kepada sekolah tinggi tinggi penyelenggara, dinas pendidikan kabupaten/kota, PPPPTK dan LPMP. Berikut isu biasa mengenai persyaratan dan prosedur rekrutmen. A. Persyaratan Dosen/Instruktur dan Guru Pamong PPG harus menyanggupi syarat-syarat di bawah ini. Persyaratan dosen pengampu lokakarya dan membimbing Praktik Pengalaman Lapangan adalah: a. Berkualifikasi akademik terendah magister atau yang setara; b. Berlatar belakang di bidang pendidikan/non pendidikan yang sesuai dengan bidang keilmuan/keahlian yang diampu; c. Memiliki jabatan fungsional akademik terendah Asisten Ahli; d. Memiliki sertifikat pendidik/sertifikat lain dan atau mampu memperlihatkan kemampuan yang spesifik; e. Diutamakan mempunyai pengalaman mengajar di sekolah. Persyaratan untuk menjadi Guru Pamong (Mentor Teacher) dalam Program Studi PPG yaitu selaku berikut: a. Memiliki kualifikasi pendidikan sedikitnya sarjana atau sarjana terapan yang sama atau serumpun dengan bidang studi PGSD ; b. Memiliki sertifikat pendidik bidang studi PGSD/sertifikat lain dan atau dapat memberikan keahlian yang spesifik dengan bidang studi PGSD ; c. Memiliki jabatan fungsional serendah-rendahnya guru muda. Diutamakan guru yang mempunyai jabatan fungsional guru utama dan guru madya di Sekolah Dasar ; dan d. Diutamakan mempunyai pengalaman selaku guru pamong, dibuktikan dengan surat informasi atau akta sebagai guru pamong . Persyaratan untuk menjadi Dosen/Instruktur dari unsur praktisi pendidikan dalam Program Studi PPG ialah selaku berikut: a. Memiliki kualifikasi pendidikan sekurang-kurangnya sarjana atau sarjana terapan; b. Memiliki kemampuan spesifik yang relevan dengan acara PPG; c. Memiliki pengalaman mengajar selaku guru/dosen/pelatih/tutor, minimal 5 (lima) tahun. B. Mekanisme Penjaringan Mekanisme penjaringan kandidat Dosen/Instruktur dan Guru Pamong dilaksanakan selaku berikut. 1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengumumkan pendaftaran calon Dosen/Instruktur dan Guru Pamong secara online melalui website, maupun surat kepada LPTK Penyelenggara; 2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merencanakan SIM aplikasi registrasi calon Dosen/Instruktur dan Guru Pamong; 3. Calon Dosen/Instruktur dan Guru Pamong mendaftar secara online dengan mengunggah dokumen tolok ukur yang terdiri atas: a. File ijazah terakhir (bagi dosen, guru, praktisi pendidikan); b. File SK jabatan fungsional terakhir (bagi dosen dan guru); c. File sertifikat pendidik (bagi dosen dan guru); d. File sertifikat keterampilan lain (bagi praktisi); e. File Surat Keputusan (SK) pengalaman mengajar sekurang-kurangnya5 tahun (bagi praktisi); f. Surat Ijin dari Pimpinan dengan format yang sudah ditentukan untuk ditandatangani oleh Rektor/Dekan bagi dosen, dan Kepala Sekolah bagi guru; g. Mengisi surat pernyataan janji selaku dosen/pelatih dan guru pamong untuk mengikuti penyegaran dan pelaksanaan PPG h. File surat keputusan (SK) pengalaman mengajar minimal 5 tahun (bagi praktisi) 4. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan seleksi administratif dengan cara melaksanakan verifikasi standar secara online untuk memutuskan kandidat Dosen/Instruktur dan Guru Pamong yang memenuhi kriteria 5. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberitahukan calon Dosen/Instruktur dan Guru Pamong yang menyanggupi tolok ukur secara online dan menyampaikan rekapitulasi kepada LPTK penyelenggara PPG. C. Kegiatan dan Materi Penyegaran Calon Dosen/Instruktur dan Guru Pamong Selengkapnya mengenai Syarat & Mekanismenya Klik disini 1.Buka Login SIMPKB https://paspor-gtk.mencar ilmu.kemdikbud.go.id/casgpo/login Apakah ada pemberitahuan "Anda mendapatkan peluang berpartisipasi..."seperti gambar dibawah ini ADA ,silahkan Klik SELENGKAPNYA 2.Pada gambar dibawah ini hasil dari Klik SELENGKAPNYA,dan isi dari Konfirmasi Keikutsertaan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan ada dibawah gambar Konfirmasi Keikutsertaan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Untuk memenuhi dan meningkatkan kualitas SDM dalam pelaksanaan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan tahun 2020, maka dilakukan rekrutmen Instruktur PPG dan Guru Pamong PPG, utamanya bidang studi PGSD. Bagi Bapak/Ibu Guru mampu mendaftar sebagai Instruktur PPG atau Guru Pamong PPG sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku (baca laman sdm.ppg.kemdikbud.go.id ). Proses rekrutmen ini berisikan tahap pendaftaran, seleksi manajemen, penyegaran dan asesmen . Bagi Bapak/Ibu Guru yang sukses lewat tahapan tersebut maka akan menerima akta sebagai Instruktur atau Guru Pamong PPG. Bagi Guru yang ditetapkan menjadi Guru Pamong PPG, maka secara otomatis sekolah tempat tugas guru tersebut akan menjadi sekolah mitra akademi tinggi penyelenggara PPG Prajabatan tahun 2020. Berikut ialah tugas dari Instruktur PPG dan Guru Pamong PPG: Instruktur PPG bertugas membimbing mahasiswa dalam kegiatan pengembangan perangkat pembelajaran dan PPL (sesuai agenda pelaksanaan PPG). Guru Pamong bertugas mendampingi dosen/instruktur PPG dalam membimbing mahasiswa pada kegiatan pengembangan perangkat pembelajaran dan PPL (sesuai jadwal pelaksanaan PPG). Jika Anda Bersedia , maka ANDA akan diarahkan ke halaman Pendaftaran. Info selengkapnya ada pada link ini https://sdm.ppg.kemdikbud.go.id/ Sumber http://supiadi74.blogspot.com
Senin, 10 Mei 2021
Kemendikbud Hadirkan Program Belajar Dari Rumah Di Tvri
Mulai Senin, 13 April 2020, Televisi Republik Indonesia (TVRI) akan menayangkan acara baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang bertajuk Belajar dari Rumah. Program tayangan ini menjadi salah satu alternatif pembelajaran bagi siswa, guru, maupun orang bau tanah, selama abad mencar ilmu di rumah di tengah wabah Covid-19. Program Belajar dari Rumah di TVRI akan diisi dengan banyak sekali tayangan edukasi, seperti pembelajaran untuk jenjang PAUD sampai pendidikan menengah, tayangan tutorial untuk orang tua dan guru, serta program kebudayaan di simpulan pekan, adalah setiap Sabtu dan Minggu. Untuk sementara, program ini dijadwalkan akan berjalan selama tiga bulan sampai Juli 2020. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, walaupun Kemendikbud sudah menjalin kolaborasi dengan platform teknologi atau online learning milik swasta untuk memfasilitasi siswa mencar ilmu di rumah, Kemendikbud menyadari bahwa masih banyak sekolah di kawasan yang tidak mempunyai akses internet, kesulitan menggunakan platform teknologi, hingga kekurangan dana untuk kuota internet atau pulsa. "Kemendikbud ingin memutuskan bahwa dalam abad yang sangat sukar ini ada berbagai macam cara untuk menerima pembelajaran dari rumah, salah satunya lewat media televisi. Karena itu kami meluncurkan acara Belajar dari Rumah," ujar Mendikbud dalam konferensi video pada Kamis, (9/4/2020). Download Materi Pembelajarannya disini Diharapkan, acara Belajar dari Rumah ini mampu memperluas jalan masuk layanan pendidikan bagi penduduk di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang mempunyai kekurangan jalan masuk internet maupun keterbatasan ekonomi. TVRI merupakan terusan gratis yang bisa dirasakan penduduk di aneka macam kawasan, dan mampu dimanfaatkan oleh siswa, guru, dan orang renta untuk membantu pembelajaran dari rumah selama pandemi Covid-19. "Ini ialah respons cepat atas komplain masyarakat di tempat yang tidak memiliki akses internet dan masukan dari Komisi X DPR ketika rapat kerja pada 27 Maret lalu. Semangat acara kita tetap Merdeka Belajar," tutur Mendikbud. Menurutnya, konten pembelajaran dalam acara Belajar dari Rumah akan fokus pada literasi, numerasi, dan penumbuhan akal pekerti atau pendidikan karakter. Kemendikbud juga akan melakukan monitoring dan evaluasi bersama lembaga pemerintah yang independen untuk mengkaji kualitas program Belajar dari Rumah, mirip mengukur apakah manfaatnya betul-betul dirasakan oleh masyarakat. Mendikbud juga menuturkan, gotong rotong menjadi kunci dalam memfasilitasi anak bangsa untuk menerima akses pendidikan. Karena itu Kemendikbud terbuka untuk menjalin kerja sama dengan banyak sekali pihak dalam hal pembelajaran, seperti menciptakan konten edukatif, edutainment, atau platform teknologi, baik dengan kawan yang berada di Indonesia maupun luar negeri. Dalam konferensi video yang serupa, Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid menjelaskan lebih rincian tentang acara Belajar dari Rumah di TVRI. Ia mengatakan, acara di hari Senin hingga Jumat dipakai untuk pembelajaran dengan total durasi tiga jam per hari untuk semua tayangan. "Makara masing-masing ada setengah jam. Setengah jam untuk PAUD, setengah jam untuk kelas 1 sampai kelas 3 SD, setengah jam untuk kelas 4 hingga kelas 6 SD, dan setengah jam masing-masing untuk SMP, Sekolah Menengan Atas, dan parenting," tutur Hilmar. Ia menerangkan, materi acara diambil dari aneka macam sumber. Sebagian besar telah diproduksi Kemendikbud sebelumnya, seperti dari TV Edukasi atau produksi konten unit kerja lain. Ada juga sumber materi dari luar Kemendikbud, adalah Jalan Sesama untuk jenjang PAUD. Hilmar menuturkan, pada akhir pekan, yakni pada Sabtu dan Minggu, ada durasi tiga jam khusus untuk acara kebudayaan, antara lain gelar wicara (talkshow), podcast, kesenian, dan magazine tentang perkembangan budaya dari seluruh Indonesia. Kemudian di malam hari akan ada pemutaran film Indonesia dengan opsi banyak sekali genre, seperti film anak, drama, dan dokumenter. Ia mengatakan, Kemendikbud akan menyiapkan 720 episode untuk penayangan program Belajar dari Rumah selama 90 hari di TVRI. Saat ini Kemendikbud telah merencanakan tayangan untuk dua ahad pertama, sambil memproduksi untuk tayangan di ahad-minggu selanjutnya. "Mungkin yang perlu saya tambahkan, ini semua dilakukan tanpa kita berjumpa , semua dijalankan secara online. Bahan-materi yang ada kita kumpulkan dengan cepat, lalu dijahit. Untuk minggu-minggu selanjutnya mungkin beberapa telah mampu dimasukkan produksi baru. Kami berupaya bekerja cepat di tengah situasi ini," ujarnya. Sumber :kemdikbud.go.id Sumber http://supiadi74.blogspot.com
Minggu, 09 Mei 2021
Surat Edaran Kemdikbud Nomor 9 Tahun 2020 Perihal Ketentuan Kelulusan Program Paket A, B, C Tahun 2020
Kementerian Pendidikan sudah mempublikasikan aturan wacana Ketentuan atau Kriteria Kelulusan Program Paket A, B, C Tahun 2020 dengan mempublikasikan Surat Edaran (SE) Nomor 9 Tahun 2020 Tentang Kebijakan Proses Penyetaraan Lulusan Program Paket A, B, C Tahun Ajaran 2019/2020 yang ditujukan kepada seluruh gubernur, dan bupati/wali kota di seluruh kawasan Indonesia. Berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020. perihal Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Caranavirus Desease (Covid- 19) , pada butir kebijakan No.1.c. disebutkan bahwa dengan dibatalkannya UN tahun 2020. maka proses penyetaraan bagi lulusan program Paket A, acara Paket B, dan program Paket C akan diputuskan kemudian. Menindaklanjuti hal tersebut maka pelaksanaan penyetaraan lulusan Pendidikan Kesetaraan Tahun Ajaran 2019/2020 dikontrol selaku berikut. 1. Ujian Pendidikan Kesetaraan Program Paket A, Paket B, dan Paket C melalui penilaian kelulusan yang dikerjakan oleh masing-masing satuan pendidikan 2. Hasil Ujian Pendidikan Kesetaraan Program Paket A, Paket B, dan Paket C diakui sebagal penyetaraan kelulusan 3. Ujian Pendidikan Kesetaraan dilakukan dengan ketentuan selaku berikut: a.Ujian Pendidikan Kesetaraan dalam bentuk tes yang mengumpulkan penerima asuh tidak boleh dilakukan, kecuali yang telah dilaksanakan sebelum terbitnya surat edaran ini b.Ujian Pendidikan Kesetaraan dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh Iainnya c.Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang sudah melakukan Ujian Pendidikan Kesetaraan sebelum terbitnya surat edaran ini mampu menggunakan hasil penilaian untuk menentukan kelulusan penerima didik; dan d.SKB dan PKBM yang belum melaksanakan Ujian Pendidikan Kesetaraan mampu menggunakan nilai lima semester terakhir. Nilai semester genap kelas terakhir dapat dipakai selaku embel-embel nilai kelulusan; 4. Peserta Ujian Pendidikan Kesetaraan yaitu peserta didik yang telah terdaftar pada BlO-UN Tahun Ajaran 2019/2020 5. Kepala SKB dan PKBM wajib memasukkan hasil ujian Pendidikan Kesetaraan ke Dapodik paling lambat tanggal 30 Juni 2020. Sumber http://supiadi74.blogspot.com
Sabtu, 08 Mei 2021
Guru Di Negara Maju Lebih Khawatir Muridnya Tidak Mampu Mengantri Ketimbang Tidak Mampu Matematika
Betapa pentingnya bagi para guru untuk mengajarkan budaya antri selaku bagian dari pendidikan abjad. MENGAPA GURU DI NEGARA MAJU LEBIH KHAWATIR JIKA MURIDNYA TIDAK BISA MENGANTRI KETIMBANG TIDAK BISA MATEMATIKA ? INILAH JAWABANNYA : Seorang guru di Australia pernah berkata : “Kami tidak terlampau khawatir anak2 sekolah dasar kami tidak pintar Matematika”. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak arif mengantri.” Saya tanya “kenapa begitu?” Jawabnya : 1. Karena kita hanya perlu melatih anak 3 bulan saja secara intensif untuk mampu Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran di balik proses mengantri. 2. Karena tidak semua anak kelak memakai ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak jadi penari, atlet, musisi, pelukis, dsb. 3. Karena semua murid sekolah pasti lebih memerlukan pelajaran Etika Moral dan ilmu membuatkan dengan orang lain dikala cukup umur kelak. ”Apakah pelajaran penting di balik budaya MENGANTRI?” ”Oh banyak sekali..” 1. Anak berguru administrasi waktu jikalau ingin mengantri paling depan datang lebih permulaan dan antisipasi lebih permulaan. 2. Anak mencar ilmu bersabar menunggu gilirannya bila dia mendapat antrian di tengah atau di belakang. 3. Anak berguru menghormati hak orang lain, yang tiba lebih awal dapat giliran lebih permulaan. 4. Anak belajar disiplin, setara, tidak menyerobot hak orang lain. 5. Anak belajar kreatif untuk mempertimbangkan aktivitas apa yang bisa dilaksanakan untuk menangani kebosanan ketika mengantri. (di Jepang lazimnya orang akan membaca buku ketika mengantri) 6. Anak bisa mencar ilmu bersosialisasi menyapa dan berkomunikasi dengan orang lain di antrian. 7. Anak mencar ilmu tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya. 8. Anak mencar ilmu hukum alasannya adalah balasan, bahwa kalau datang terlambat harus mendapatkan konsekuensinya di antrian belakang. 9. Anak mencar ilmu disiplin, terstruktur, dan menghargai orang lain 10. Anak berguru mempunyai RASA MALU, kalau beliau menyerobot antrian dan hak orang lain. 11. Dan masih banyak pelajaran lainnya, silakan anda peroleh sendiri.. FAKTANYA di Indonesia.. Banyak orang tua justru mengajari anaknya dlm masalah mengantri dan menunggu giliran, Sebagai berikut : 1. Ada orangtua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dahulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah hambar saja, pura-pura gak tau aja !!” 2. Ada orangtua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tak maudipaksa menyerobot antrian. 3. Ada orangtua yang menggunakan taktik atau argumentasi agar ia atau anaknya diberi jatah antrian terdepan, dengan alasan anaknya masih kecil, kecapekan, rumahnya jauh, orang tak mampu, dsb. 4. Ada orang renta yang murka-marah karena dia atau anaknya ditegur gara-gara menyerobot antrian orang lain, kemudian ngajak tubruk si penegur. 5. Dan berbagai masalah lain yang mungkin pernah anda alami. Yuk kita ajari belum dewasa kita, kerabat dan saudara untuk mencar ilmu etika sosial, khususnya ANTRI. Budaya SUAP dan KORUPSI juga dimulai dari tidak mau mencar ilmu mengantri. Sumber : medsos, website lainnya Sumber http://supiadi74.blogspot.com
Tvri Siarkan Acara Berguru Dari Rumah, Ini Jadwalnya
Lembaga penyiaran publik TVRI selaku bagian dari media official Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan menyiarkan acara-program pendidikan dalam rangka mendukung upaya berguru dari rumah di tengah pandemi Covid-19 yang akan disiarkan mulai Senin (13/4) depan. Pelaksana Tugas (plt) Direktur Utama TVRI, Supriyono menjelaskan bahwa acara tersebut akan memberitakan banyak bahan pembelajaran khusus bagi siswa SD, SMP, Sekolah Menengan Atas, pembelajaran biasa serta parenting. “Dengan acara materi mencar ilmu untuk Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, SMA, pembelajaran lazim, serta parenting,” terperinci Supriyono, dalam keterangan resminya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 , Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (10/4). Penayangan acara berguru dari rumah tersebut ialah kolaborasi antara TVRI dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang mau dilangsungkan selama tiga bulan ke depan. Plh Direktur Program dan Berita TVRI, Usrin Usman, menyatakan bahwa program tersebut yaitu respon cepat Kemdikbud atas masukan dari Komisi X DPR RI lewat rapat kerja pada 27 Maret kemudian. “Khususnya untuk membantu penduduk yang memiliki keterbatasan kanal internet, baik karena dilema ekonomi maupun letak geografis,” ujar Usrin dalam konferensi pers yang sama. “Konten pembelajaran yang dihidangkan akan konsentrasi pada kenaikan literasi, numerasi, penumbuhan karakter, dan kecakapan hidup akseptor latih yang disampaikan secara ringan dan menghibur.” “Juga ada aktivitas malam hari berupa film untuk anak serta film Indonesia,” tambah Usrin. Selanjutnya, Kemdikbud akan melaksanakan monitoring dan penilaian kepada program yang dilaksanakan oleh TVRI, bareng dengan lembaga nonpemerintah. Selain itu, lanjut Usrin, 29 saluran TVRI di seluruh Indonesia akan segera menayangkan siaran “doa untuk bangsa” sebagai santunan budpekerti dalam abad krisis Covid-19. Donwload Daily - Materi Minggu 1 - Belajar di Rumah melalui TV disini Download Jadwalnya disini Sumber http://supiadi74.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)