Senin, 10 Mei 2021

Kemendikbud Hadirkan Program Belajar Dari Rumah Di Tvri

Mulai Senin, 13 April 2020, Televisi Republik Indonesia (TVRI) akan menayangkan acara baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang bertajuk Belajar dari Rumah. Program tayangan ini menjadi salah satu alternatif pembelajaran bagi siswa, guru, maupun orang bau tanah, selama abad mencar ilmu di rumah di tengah wabah Covid-19. Program Belajar dari Rumah di TVRI akan diisi dengan banyak sekali tayangan edukasi, seperti pembelajaran untuk jenjang PAUD sampai pendidikan menengah, tayangan tutorial untuk orang tua dan guru, serta program kebudayaan di simpulan pekan, adalah setiap Sabtu dan Minggu. Untuk sementara, program ini dijadwalkan akan berjalan selama tiga bulan sampai Juli 2020. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, walaupun Kemendikbud sudah menjalin kolaborasi dengan platform teknologi atau online learning milik swasta untuk memfasilitasi siswa mencar ilmu di rumah, Kemendikbud menyadari bahwa masih banyak sekolah di kawasan yang tidak mempunyai akses internet, kesulitan menggunakan platform teknologi, hingga kekurangan dana untuk kuota internet atau pulsa. "Kemendikbud ingin memutuskan bahwa dalam abad yang sangat sukar ini ada berbagai macam cara untuk menerima pembelajaran dari rumah, salah satunya lewat media televisi. Karena itu kami meluncurkan acara Belajar dari Rumah," ujar Mendikbud dalam konferensi video pada Kamis, (9/4/2020). Download Materi Pembelajarannya disini Diharapkan, acara Belajar dari Rumah ini mampu memperluas jalan masuk layanan pendidikan bagi penduduk di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang mempunyai kekurangan jalan masuk internet maupun keterbatasan ekonomi. TVRI merupakan terusan gratis yang bisa dirasakan penduduk di aneka macam kawasan, dan mampu dimanfaatkan oleh siswa, guru, dan orang renta untuk membantu pembelajaran dari rumah selama pandemi Covid-19. "Ini ialah respons cepat atas komplain masyarakat di tempat yang tidak memiliki akses internet dan masukan dari Komisi X DPR ketika rapat kerja pada 27 Maret lalu. Semangat acara kita tetap Merdeka Belajar," tutur Mendikbud. Menurutnya, konten pembelajaran dalam acara Belajar dari Rumah akan fokus pada literasi, numerasi, dan penumbuhan akal pekerti atau pendidikan karakter. Kemendikbud juga akan melakukan monitoring dan evaluasi bersama lembaga pemerintah yang independen untuk mengkaji kualitas program Belajar dari Rumah, mirip mengukur apakah manfaatnya betul-betul dirasakan oleh masyarakat. Mendikbud juga menuturkan, gotong rotong menjadi kunci dalam memfasilitasi anak bangsa untuk menerima akses pendidikan. Karena itu Kemendikbud terbuka untuk menjalin kerja sama dengan banyak sekali pihak dalam hal pembelajaran, seperti menciptakan konten edukatif, edutainment, atau platform teknologi, baik dengan kawan yang berada di Indonesia maupun luar negeri. Dalam konferensi video yang serupa, Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid menjelaskan lebih rincian tentang acara Belajar dari Rumah di TVRI. Ia mengatakan, acara di hari Senin hingga Jumat dipakai untuk pembelajaran dengan total durasi tiga jam per hari untuk semua tayangan. "Makara masing-masing ada setengah jam. Setengah jam untuk PAUD, setengah jam untuk kelas 1 sampai kelas 3 SD, setengah jam untuk kelas 4 hingga kelas 6 SD, dan setengah jam masing-masing untuk SMP, Sekolah Menengan Atas, dan parenting," tutur Hilmar. Ia menerangkan, materi acara diambil dari aneka macam sumber. Sebagian besar telah diproduksi Kemendikbud sebelumnya, seperti dari TV Edukasi atau produksi konten unit kerja lain. Ada juga sumber materi dari luar Kemendikbud, adalah Jalan Sesama untuk jenjang PAUD. Hilmar menuturkan, pada akhir pekan, yakni pada Sabtu dan Minggu, ada durasi tiga jam khusus untuk acara kebudayaan, antara lain gelar wicara (talkshow), podcast, kesenian, dan magazine tentang perkembangan budaya dari seluruh Indonesia. Kemudian di malam hari akan ada pemutaran film Indonesia dengan opsi banyak sekali genre, seperti film anak, drama, dan dokumenter. Ia mengatakan, Kemendikbud akan menyiapkan 720 episode untuk penayangan program Belajar dari Rumah selama 90 hari di TVRI. Saat ini Kemendikbud telah merencanakan tayangan untuk dua ahad pertama, sambil memproduksi untuk tayangan di ahad-minggu selanjutnya. "Mungkin yang perlu saya tambahkan, ini semua dilakukan tanpa kita berjumpa , semua dijalankan secara online. Bahan-materi yang ada kita kumpulkan dengan cepat, lalu dijahit. Untuk minggu-minggu selanjutnya mungkin beberapa telah mampu dimasukkan produksi baru. Kami berupaya bekerja cepat di tengah situasi ini," ujarnya. Sumber :kemdikbud.go.id
Sumber http://supiadi74.blogspot.com


EmoticonEmoticon