Sabtu, 08 Mei 2021

Guru Di Negara Maju Lebih Khawatir Muridnya Tidak Mampu Mengantri Ketimbang Tidak Mampu Matematika

Betapa pentingnya bagi para guru untuk mengajarkan budaya antri selaku bagian dari pendidikan abjad. MENGAPA GURU DI NEGARA MAJU LEBIH KHAWATIR JIKA MURIDNYA TIDAK BISA MENGANTRI KETIMBANG TIDAK BISA MATEMATIKA ? INILAH JAWABANNYA : Seorang guru di Australia pernah berkata : “Kami tidak terlampau khawatir anak2 sekolah dasar kami tidak pintar Matematika”. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak arif mengantri.” Saya tanya “kenapa begitu?” Jawabnya : 1. Karena kita hanya perlu melatih anak 3 bulan saja secara intensif untuk mampu Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran di balik proses mengantri. 2. Karena tidak semua anak kelak memakai ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak jadi penari, atlet, musisi, pelukis, dsb. 3. Karena semua murid sekolah pasti lebih memerlukan pelajaran Etika Moral dan ilmu membuatkan dengan orang lain dikala cukup umur kelak. ”Apakah pelajaran penting di balik budaya MENGANTRI?” ”Oh banyak sekali..” 1. Anak berguru administrasi waktu jikalau ingin mengantri paling depan datang lebih permulaan dan antisipasi lebih permulaan. 2. Anak mencar ilmu bersabar menunggu gilirannya bila dia mendapat antrian di tengah atau di belakang. 3. Anak berguru menghormati hak orang lain, yang tiba lebih awal dapat giliran lebih permulaan. 4. Anak belajar disiplin, setara, tidak menyerobot hak orang lain. 5. Anak belajar kreatif untuk mempertimbangkan aktivitas apa yang bisa dilaksanakan untuk menangani kebosanan ketika mengantri. (di Jepang lazimnya orang akan membaca buku ketika mengantri) 6. Anak bisa mencar ilmu bersosialisasi menyapa dan berkomunikasi dengan orang lain di antrian. 7. Anak mencar ilmu tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya. 8. Anak mencar ilmu hukum alasannya adalah balasan, bahwa kalau datang terlambat harus mendapatkan konsekuensinya di antrian belakang. 9. Anak mencar ilmu disiplin, terstruktur, dan menghargai orang lain 10. Anak berguru mempunyai RASA MALU, kalau beliau menyerobot antrian dan hak orang lain. 11. Dan masih banyak pelajaran lainnya, silakan anda peroleh sendiri.. FAKTANYA di Indonesia.. Banyak orang tua justru mengajari anaknya dlm masalah mengantri dan menunggu giliran, Sebagai berikut : 1. Ada orangtua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dahulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah hambar saja, pura-pura gak tau aja !!” 2. Ada orangtua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tak maudipaksa menyerobot antrian. 3. Ada orangtua yang menggunakan taktik atau argumentasi agar ia atau anaknya diberi jatah antrian terdepan, dengan alasan anaknya masih kecil, kecapekan, rumahnya jauh, orang tak mampu, dsb. 4. Ada orang renta yang murka-marah karena dia atau anaknya ditegur gara-gara menyerobot antrian orang lain, kemudian ngajak tubruk si penegur. 5. Dan berbagai masalah lain yang mungkin pernah anda alami. Yuk kita ajari belum dewasa kita, kerabat dan saudara untuk mencar ilmu etika sosial, khususnya ANTRI. Budaya SUAP dan KORUPSI juga dimulai dari tidak mau mencar ilmu mengantri. Sumber : medsos, website lainnya
Sumber http://supiadi74.blogspot.com


EmoticonEmoticon