Minggu, 26 Januari 2020

Ditjen Gtk Meluncurkan Program Guru Belajar Dan Mengembangkan Seri Paud Dan Pendidikan Inklusif

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) meluncurkan Program Guru Belajar dan Berbagi Seri Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Inklusif pada Selasa (4/5/2021) secara virtual. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Iwan Syahril, dalam sambutannya memberikan bahwa layanan digital Guru Belajar dan Berbagi ialah gerakan tolong-menolong pemerintah, guru, komunitas, serta penggagas pendidikan. “Ini supaya kita terus berdaya menghadapi pandemi, terutama dalam memutuskan bahwa pembelajaran tetap mampu kita upayakan terus berjalan meskipun dengan semua keterbatasan,” ujar Iwan. Sebelumnya, tercatat lebih dari 700 ribu guru mengaktualisasikan aneka macam kompetensi yang dimiliki, memeriksa diri, serta menyebarkan diri secara mampu berdiri diatas kaki sendiri dan berkelanjutan. Selain itu, lebih dari 85 ribu RPP sudah dibagikan oleh para guru, telah diakses hampir 100 juta kali, dan telah diunduh lebih dari 25 juta kali. “Ini pencapaian yang luar biasa. Artinya ada manfaat program ini,” imbuhnya. Dijelaskan Dirjen Iwan, lebih dari satu juta guru telah mengikuti berbagai program modul-modul dalam pembinaan maupun tutorial teknis platform digital seri mencar ilmu dan membuatkan, mirip Seri Masa Pandemi, Seri Pendidikan Keterampilan Hidup, Seri Asesmen Kompetensi Minimum, dan Seri Belajar Mandiri Calon Guru ASN PPPK. Harapannya, Seri PAUD ini mampu memberikan para guru pengetahuan dan keahlian agar lebih profesional mendesain, melakukan pembelajaran, dan menilai hasil pembelajaran. “Pada peluang kali ini, kita meluncurkan Program Guru Belajar dan Berbagi Seri Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Inklusif. Kita ketahui bareng , belum dewasa usia PAUD di nol sampai enam tahun adalah abad emas kemajuan dan pertumbuhan anak dan tidak tergantikan di masa mendatang,” terangnya. Selain itu, dilanjutkan Iwan, para pendidik PAUD diperlukan mampu berbagi pembelajaran agar lebih variatif dan sesuai keadaan di lapangan, juga terus memberi panduan, asuhan, dan perlindungan bagi belum dewasa PAUD. Program ini menyasar para guru, kepala sekolah, pengawas sekolah dan aneka macam pemangku kepentingan pendidikan. “Keteladanan, kreativitas, serta pembelajaran yang menggembirakan dari guru-guru PAUD akan sungguh memengaruhi tumbuh kembang anak. Guru yang mampu mengajak anak bermain sambil belajar, akan mengakibatkan proses berguru lebih bangga,” tambah Iwan. Kemendikbudristek berkomitmen untuk terus memperjuangkan pendidikan inklusif bagi para guru untuk bawah umur berkebutuhan khusus. Dikatakan Iwan, bawah umur Indonesia punya hak yang sama untuk berhasil dan menerima pendidikan yang layak. Pendidikan menurutnya harus dapat memberi kesempatan pada semua penerima bimbing sehingga kecerdasan dan talenta istimewa mereka dapat terakomodir melalui akomodasi pendidikan yang tersedia. Pada potensi ini, ia menekankan kembali bahwa pendidikan inklusif mesti mampu memberi potensi yang seluas-luasnya bagi belum dewasa berkebutuhan khusus. Termasuk menentukan bahwa penyelenggaraan pendidikan mesti menjamin adanya toleransi kepada keragaman. “Tidak hanya menunjukkan kesempatan pendidikan, namun juga menciptakan lingkungan sekolah, lingkungan kelas, dan lingkungan pembelajaran yang mendorong seluruh warga sekolah mendapatkan, mengetahui, dan berkolaborasi untuk mengembangkan pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus,” tegas Iwan. Oleh alasannya itu, pihaknya terus mendorong supaya para pendidik mempunyai jiwa pembelajar sepanjang hayat yang selalu gemar mencar ilmu dan menyebarkan wangsit, pengetahuan, dan praktik baik. Kolaborasi antar guru bisa berbentuksaling mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), postingan dan video pembelajaran, maupun  webinar . Dirjen Iwan mengaku sungguh kagum dan bangga pada guru-guru Indonesia yang kian aktif selaku guru pembelajar. “Para guru bahagia gotong royong. Tidak cuma menyimpan (ilmu) untuk dirinya, tetapi membuatkan untuk guru-guru yang lain, dan terus memajukan kompetensi. Semuanya demi pendidikan anak-anak kita, yang dalam kondisi dikala ini, kita sangat  concern dengan  learning loss . Anak-anak harus bisa terus mencar ilmu, alasannya mereka penerus bangsa,” tekan Iwan. Iwan berharap, dengan mencar ilmu PAUD dan pendidikan Inklusif ini bisa membantu para guru dan kepala sekolah menciptakan lingkungan sekolah kondusif, tenteram, inklusif, dan mengasyikkan serta pembelajaran yang berpusat kepada murid. “Karena tujuan merdeka belajar ada tiga, adalah murid, murid dan murid,” harapnya. Ada pun informasi lebih lanjut terkait Program Guru Belajar dan Berbagi Seri Belajar Mandiri Calon Guru ASN PPPK dapat diakses melalui laman https://gurubelajardanberbagi.kemdikbud.go.id /.
Sumber http://supiadi74.blogspot.com


EmoticonEmoticon