Minggu, 26 Januari 2020

Cerita Anak: Sahabatan Gara-Gara Covid-19/ Virus Corona


Sahabatan Gara-gara Covid-19. Tak hanya menciptakan seluruh dunia gentar akan kehadirannya. Tak cuma membatasi orang dalam aktivitasnya. Tak hanya menciptakan ratusan jiwa melayang. Ia juga membuatku mesti berpisah dari sahabatku selama sementara waktu.





Covid-19 itulah namanya. Suatu makhluk yang tidak terlihat wujudnya, namun populer sampai ke seluruh dunia, melebihi artis-artis yang memiliki ratusan juta penggemar.





Sobat penulis cilik, COVID-19 adalah nama penyakitnya, sedangkan penyebabnya berjulukan virus corona.





Bagiku, sobat yakni hal terpenting, sesuatu yang berharga dalam hidup. Tanpanya, saya tak akan hidup bahagia. Kamu mampu bayangkan dong, bagaimana hidup tanpa sahabat? Kini virus corona telah membuat jarak antara saya dan dia.





Hai, namaku Salsa, bagiku hidup tanpa sahabat, hampa! Bagaimana menurutmu?





Aku bengong memandangi kotak hadiah yang tadinya akan kuberikan pada sahabatku. Namanya adalah Aghniya. Kami memang sekelas.





Beberapa bulan yang kemudian, saya memang sudah berniat untuk memberikan kado dikala dia lulus kelas 5. Aku ingin memperlihatkan tanda mata untuk mengisi piknik semester kala itu.





Manusia cuma berencana, Tuhan yang mengizinkan. Virus corona menghalangi hadiahku berpindah ke tangannya. Hadiah itu masih kusimpan dengan rapih, bersama kesedihanku yang menjaganya.





Sebenarnya, aku punya tetangga yang baik, tetapi kami tidak begitu erat. Aku telah berteman semenjak duduk di kelas 4, hingga sekarang saya kelas 6 SD. Artinya, kami sudah berteman selama 2 tahun.





Jadi ingat dongeng perkenalan kami.





Aku sedang bermain di taman komplek perumahan, datang-tiba tiba dan mengajukan pertanyaan, “nama kamu tuh Salsa ya?”





Pertanyaan itu tidak perluku jawab, karena kami memang telah beberapa hari lalu berkenalan. Aku cuma tersenyum dan mengajak Elsa berkeliling komplek memakai sepeda yang kami bawa masing-masing abad itu.





Semenjak dikala itu lah, kami berteman, tetapi umumsaja. Aku tidak pernah main ke rumah dia, begitupun sebaliknya.





Selama kala lockdown, saya lebih sering mengurung diri di rumah. Bermain dengan ponsel, menonton TV, atau mencar ilmu bersama menjalankan puluhan tugas sekolah bersama Elsa.





Kini kami berteman bersahabat. Walau terlihat kalem, sebetulnya Elsa anak yang periang dan suka sekali membuatku tertawa dengan candaan garingnya, tapi lucu.





Iya, Elsa yang sekarang mengambil alih peran teman sebangkuku di Sekolah, yang suka menghibur saat mumet melanda. Namun aku masih belum bisa memberikan kado kepadanya, mirip yang mau kuberikan kepada Aghniya.





Hingga new normal diberlakukan yang ke dua kalinya. Aku masih suka bermain keliling komplek bersama Elsa. Tentunya tetap memenuhi protokol kesehatan.





Mungkin kamu pernah membaca istilah: handphone menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh, menurutku COVID-19 sebaliknya. Karena justru COVID-19: mendekatkan yang erat dan menjauhkan yang jauh.





Bagaimana menurutmu?





Walau mesti tetap di rumah, aku juga tidak berdiam diri saja. Banyak hal yang aku lakukan, seperti membersihkan rumah, membantu ibu menjemur pakaian, memasak, dll.





Jika bersama Elsa, aku lebih sering menonton youtube bersama, lalu menciptakan Do it Yourself (DIY), pastinya mencari panduan yang menggunakan bahan-bahan gampang di dapat.





Baca:
Cerpen Tentang Corona atau COVID-19 Bahasa Indonesia
Puisi wacana Corona!
Puisi ihwal Tenaga Medis Indonesia
Pantun ihwal Corona
Cerpen Persahabatan Lucu





Begitulah kisahku selama mencar ilmu di rumah. Bagaimana kisahmu? Apakah ada hal gila, lucu, menawan, yang mampu kamu bagikan sepertiku ini? Terima kasih telah membaca: Cerita Anak: Sahabatan Gara-gara Covid-19.



Sumber ty.com


EmoticonEmoticon