Rabu, 12 Mei 2021

Jadikan Masker Kain Sebagai Derma Alternatif Untuk Pencegahan Meluasnya Penularan Virus

Tanggal 5 April 2020 yang lalu, juru bicara pemerintah penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengumumkan bahwa pemerintah tengah menggalakkan program ‘masker untuk semua’. Program tersebut senada dengan imbauan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, CDC, yang merekomendasikan untuk  menggunakan masker  bagi siapa pun yang mau keluar rumah.  Untuk menyingkir dari terjadinya kelangkaan masker bagi petugas medis, CDC lalu menyarankan untuk memilih masker kain. Berikut klarifikasi jenis masker kain yang paling efektif untuk dikenakan dan cara membuatnya.   Berubahnya ajuan penggunaan masker bagi penduduk   Awalnya, organisasi kesehatan dunia, WHO, maupun CDC tidak menyarankan untuk memakai masker jikalau Anda tidak sakit atau tidak bekerja di daerah yang berpeluang tinggi untuk terpapar penyakit. Namun berbagai  observasi  modern tentang kemajuan virus corona atau COVID-19 menyatakan bahwa dikhawatirkan ada kalangan yang tanpa disadari rentan membuatkan virus corona.  Kelompok yang disebut  asymptomatic  dan  presymptomatic  ialah orang-orang yang sudah kasatmata corona tetapi tidak atau belum menawarkan gejala apa pun. Oleh karena itu, masker kain disarankan oleh pemerintah untuk menghalangi kian meluasnya penularan virus.  Seperti apa masker kain yang efektif? Masker merupakan salah satu bentuk alat pelindung diri (APD) yang lazimnya digunakan untuk kebutuhan tunjangan dari penularan penyakit nanah terusan pernapasan. Corona virus mempunyai ukuran diameter sekitar 0.05 - 0.3 micron.  Secara teknis memang  masker N95  dan masker bedah yang paling efektif menyaring virus hingga 95% lebih efektif dibandingkan masker yang lain. Akan tetapi, virus corona bukanlah virus yang ditularkan lewat udara melainkan dari droplet atau percikan cairan tubuh. Karenanya, masker kain masih mampu berfungsi kalau dipakai dengan benar, setidaknya untuk menangkal droplet tersebut tentang orang lain.  Peneliti  dari University of Cambridge telah mengamati efektivitas masker rumahan dari berbagai materi. Kain yang memiliki daya saring paling baik yakni: Lap piring Sarung bantal berbahan katun Kaos katun Jangan gunakan kain berbahan sutra alasannya memiliki daya saring yang paling jelek. Dari jurnal tersebut juga dinyatakan bahwa bahan kain masker yang paling nyaman dipakai sembari bernafas yakni kain kaos katun 100%, sarung bantal berbahan katun, dan bahan katun pada umumnya. Masker kain ini nantinya mampu dilapis dengan filter kopi atau tisu agar daya saringnya meningkat.  Cara membuat masker kain sendiri Ada banyak cara membuat masker kain, tetapi dua cara berikut ialah yang paling gampang dan ringkas, diantaranya adalah: 1. Masker kain tanpa dijahit Dilansir dari situs CDC, masker kain dapat dibentuk tanpa dijahit dan memiliki model  earloop  atau yang mampu disematkan di telinga. Bahan: kain katun, kaos katun yang telah tidak terpakai, atau sarung bantal katun karet lentur, bisa memakai bando karet yang dilapisi kain agar lebih tenteram Cara menciptakan: Cuci dan keringkan terlebih dulu kain supaya steril ketika digunakan Ukur panjang kain sesuai ukuran muka, masker mesti menutup hidung, lisan hingga ke bawah dagu Bentangkan kain, lalu tambahkan filter kopi atau tissue di dalamnya  Lipat menjadi tiga lipatan, lalu sisipkan karet atau bando pada kedua segi kain Lipat bab ujung kain tepat di mana karet disematkan, satukan bagian ujung satu dengan ujung satunya supaya kain rapat Tarik kedua ujung bagian atas dan bawah dari masker  Masker kain siap dipakai 2. Masker kain jahit Masker kain berikut yakni masker dengan model tali, cocok dikenakan untuk perempuan berhijab. Bahan: Jarum dan benang atau mesin jahit jika ada  Gunting  Peniti atau penjepit untuk menahan kain pada tempatnya, jika tidak ada dapat diganti penjepit kertas Kain katun, kaos katun yang sudah tidak terpakai, atau sarung bantal katun Empat strip kain katun untuk pengikat dengan panjang sekitar 45 cm, dapat diganti dengan 4 tali sepatu yang serupa panjang Cara menciptakan: Cuci dan keringkan terlebih dahulu kain biar steril dikala dipakai Ukur panjang kain dan gunting menjadi dua bab persegi panjang dengan ukuran masing-masing sekitar 30x15 cm  Bedakan acuan bagian depan dan belakang masker biar tidak gampang tertukar Tumpuk dua kain persegi panjang, jahit bab belakang kain menghadap ke depan kemudian jahit setiap sisi lapisan hingga kain menyatu Sisakan sedikit ruang di kedua ujung kain untuk menyelipkan strip kain atau tali sepatu Selipikan tali pada tiap ujung segi kain, tahan dengan peniti atau penjepit kertas semoga tali tidak bergeser Jahit seluruh lapisan kain secara  backstitch  atau jahit berulang biar jahitan lebih kuat di semua bab  Masker kain tali siap digunakan  Jadikan masker kain efektif dengan cara ini Sejauh ini memang belum ada penelitian yang menyatakan masker kain mampu menahan virus corona menyebar. Namun sebagai upaya pencegahan darurat, masker kain tetap harus dipakai dengan memerhatikan langkah berikut: Gunakan masker dengan cara memegang tali atau karet, jangan bagian depan kain Pastikan agar mulut, hidung, dan dagu Anda tertutup dengan baik Masker kain cuma mampu dipakai selama 4 jam, sehabis itu ganti masker dengan masker kain yang bersih Lepaskan masker dengan cara memegang karet atau talinya, buang lapisan filter (tisu atau filter kopi) jika ada, ganti dengan yang gres setiap akan dipakai kembali  Masker kain mampu dibersihkan dengan cara dicuci dengan air dan deterjen di mesin basuh maupun basuh manual Setelah masker kain dilepas jangan pribadi memegang mata, hidung atau verbal Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, jikalau tidak memungkinkan gunakan  hand sanitizer  tepat sehabis melepas masker Catatan dari SehatQ Sebelumnya pemerintah dan tenaga kesehatan menyarankan untuk selalu menjaga jarak sekitar 2 meter jikalau bertemu dengan orang lain. Namun penelitian terbaru mengungkapkan bahwa partikel droplet bisa terlempar lebih dari 2 meter dan bertahan di permukaan selama sementara waktu.  Penggunaan masker kain produksi sendiri pasti dapat menolong di era genting selaku persediaan masker darurat, namun  physical distancing  masih menjadi kunci utama mencegah penyebaran virus corona. Lakukan  physical distancing  yang efektif dengan berdiam diri di rumah, menjauh dari hingar bingar, dan tidak bepergian apabila memang tidak diperlukan. Sumber :  https://www.sehatq.com =============================== Dibawah ini ialah isu yang kami ambil dari TWITTER BKKBN Pakai masker kain, efektif gak sih? Jangan salah, efektivitas masker kain dalam nangkal virus bisa lebih dari 50% lho. Tapi, tetap amati hal-hal berikut agar masker kain kamu tetap bersih, Sob. ====== 1 ====== 2 ====== 3
Sumber http://supiadi74.blogspot.com


EmoticonEmoticon