Kamis, 16 April 2020

Tawaran Paling Besar Sepanjang Sejarah, Pemda Usikan 568 Ribu Formasi Guru Asn Pppk

Pemerintah tempat (pemda) sudah mengajukan usulan sebanyak 568.238 formasi guru lewat bagan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari pembukaan deretan sampai dengan satu juta guru. Meski data ajuan deretan masih terus dimutakhirkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), jumlah ini ialah rekor penerimaan formasi guru untuk mengikuti seleksi ASN PPPK paling besar sepanjang sejarah Republik Indonesia. Direktur Jenderal (Ditjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Iwan Syahril, mengatakan, Pemerintah membuka seleksi guru ASN PPPK bagi honorer kategori 2 (K2), honorer non-K2, dan lulusan acara pendidikan profesi guru (PPG). “Nantinya pemenuhan deretan hingga satu juta guru ASN PPPK akan dilanjutkan hingga seluruh kuota tercukupi,” kata Iwan di Jakarta, Jumat (5/3). Iwan menjelaskan, pencapaian tersebut diperoleh sesudah Kemenpan RB, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) melakukan sosialisasi yang ke banyak sekali tempat di seluruh Indonesia. Sosialisasi dilaksanakan Kemendikbud dalam aneka macam bentuk, mulai dari lokakarya yang dibagi berdasarkan region sesuai dengan kedudukan wilayah Indonesia barat, tengah, dan timur kepada seluruh pemda yang teriri dari komponen dinas pendidikan dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) pada Oktober hingga Desember 2020. Selain itu, Kemendikbud juga terus melakukan pendampingan terhadap pemerintah kawasan, baik dalam bentuk tatap paras , maupun daring selama Januari 2021 sampai Maret 2021. Sosialisasi juga dilaksanakan melalui grup percakapan whatssap dengan kepala dinas seluruh Indonesia, komunitas guru, banyak sekali pemberitaan di media massa baik nasional maupun regional. “Pemerintah juga merencanakan jalan masuk informasi berupa laman yang mampu diakses oleh seluruh lapisan penduduk ,” ungkap Iwan. Ia pun memberikan apresiasi terhadap 490 pemerintah tempat yang telah mengajukan deretan keperluan guru di daerahnya. Ia pun berharap, pemerintah kawasan yang belum mengajukan deretan nantinya mampu mengantarkan pada kesempatan selanjutnya. “Ini dibutuhkan akan mampu mempercepat pemenuhan kelemahan guru di daerah yang dikala ini jumlahnya masih sangat besar,” tutup Iwan. Data Kemendikbud mencatat, dikala ini terdapat 1.002.616 kebutuhan guru secara nasional yang tersebar di 34 provinsi dan 514 kabupaten. Sumber : kemdikbud.go.id
Sumber http://supiadi74.blogspot.com


EmoticonEmoticon