Jumat, 24 April 2020

Mencar Ilmu Di Rumah Gara-Gara Virus Corona


Hai, namaku Rafifa Amira Rahmani lazimnya diundang Amira. Sekarang aku kelas 4, sekolah di SDI Cikal Harapan 2, Jonggol. Kegemaranku yaitu membaca, menonton, dan menulis.





Akibat mewabahnya virus corona, pembelajaran di sekolah dialihkan menjadi belajar di rumah masing-masing. Selama 2 pekan atau 14 hari lamanya. Sebenarnya sih saya murung, karena tidak mampu berjumpa dengan sahabat-teman dan guru-guru di sekolahku.





Selama mencar ilmu di rumah, guru menawarkan tugas melalu aplikasi whatsapp. Aku jadi sakit kepala alasannya merasa tugasnya sangat berbagai. Padahal, saat di sekolah aku tidak pernah merasa mirip ini. Mungkin alasannya adalah banyak sobat-sahabat kali ya, jadi aku gak kesepian deh (entahlah…).





Semakin bertambahnya pandemi virus corona, belajar di rumah ditambah 5 hari. Akan tetapi ada kemungkinan berguru di rumahnya diperpanjangkan lagi. Betapa sedihnya saya… Bagaimana denganmu sobat?





Biar gak jenuh, mau gak saya ceritain kegiatanku selama belajar di rumah? Aku anggap aja kalian mau ya hehe, tanpa basa kedaluwarsa lagi. Let’s go!





Setiap pagi saya selalu bangun lebih permulaan, ambil wudhu, lalu sholat shubuh dong tentu saja. Selesai sholat shubuh biasanya saya cuma menunggu seluruhnya bangun. Urutan berdiri pagi sehabis saya, adikku, baru deh Ayahku. Setelah sholat, ayah menjalankan peran kuliahnya, aku dan adik hanya bermain, menunggu sang surya terbangun.





Ketika mentari sudah mulai menampakkan sinarnya, aku dan adik mengeluarkan sepeda dan bersiap berolahraga pagi bersama ayah dan ibu. Selain bermain sepeda, olahraga lain yang umum kami kerjakan adalah lompat tali.





Setelah berolahraga, kadang kala kami pribadi sarapan kemudian mandi ataupun sebaliknya. Jika semua telah kenyang dan mandi, baru lah kami melaksanakan aktivitas masing-masing. Ayahku melakukan tugas kuliahnya kembali, ibuku mengurus adikku yang kedua, sedangkan aku dan adikku yang pertama menjalankan peran dari guru.





Biasanya, jam 12 siang kami beristirahat, sholat dzuhur, makan siang, dan tidur siang. Adik kecilku bobo bareng ayah dan ibu di kamar mereka, sedangkan saya dan adik pertamaku di kamarku, mesti terpisah karena kami telah Sekolah Dasar (SD).





Bangun tidur siang, lagi-lagi saya yang duluan, kemudian adikku yang pertama, dan ayahku. Kami bergantian berwudhu untuk sholat ashar. Saat semuanya telah bangun, kemudian mandi deh.





Setelah semua sudah segar dan busuk, aku dan keluargaku kembali berolahraga untuk menjaga agar badan tetap sehat dan bugar. Pokoknya mirip aktivitas pagi hari. Menjelang malam, saya dan keluargaku menyudahi olahraga, ada yang mandi kembali ada juga yang tidak.





Kami berwudhu untuk bersiap sholat maghrib berjamaah, kemudian dilanjutkan makam malam bersama. Karena waktu sholat maghrib dan isya berdekatan, kami umumnya tidak banyak melakukan kegiatan alasannya mesti sholat isya.





Setelah sholat isya, dari jam 19:00-21:00. Biasanya waktu itu dipakai untuk menjalankan tugas masing-masing kembali. Ayahku melakukan tugasnya, ibuku mengelola dan bermain bersama adikku yang kedua, dan aku melaksanakan TPA (taman pendidikan al-quran).





Jika telah akhir tugasnya, kami kembali ke kamar masing-masing. Untuk tidur pastinya. Sobat penulis cilik, tidur yang cukup itu penting loh untuk kesehatan kita.





Oh ya, adik pertamaku itu sudah berumur 7 tahun dan telah kelas 1 SD, sedangkan adik keduaku berumur 20 bulan.





Baca:
Manfaat ketaatan kepada aturan
Contoh tata tertib ketika jam istirahat
Template agenda harian anak
Template jadwal pelajaran





Aku sudahi dulu ya ceritaku sampai disini. Tetap semangat berguru di rumah, jaga kesehatan, jangan kemana-mana, apa lagi sampai pulang kampung, tidak boleh!



Sumber ty.com


EmoticonEmoticon