Kamis, 02 April 2020

Ini Perempuan Programmer Pertama Dalam Sejarah

Persepsi akan dunia teknologi, masih begitu kental dengan dominasi para laki-laki. Sebutlah mereka yang menjadi pendiri dan CEO perusahaan-perusahaan teknologi raksasa, mirip Steve Jobs, Bill Gates, Mark Zuckerberg, Elon Musk dan masih banyak nama maskulin lainnya. Namun, jauh sebelum nama-nama tersebut muncul, ada seorang wanita yang sungguh berjasa dalam cikal bakal pengembangan teknologi. Adalah Ada Lovelace, yang tercatat oleh sejarah sebagai programmer komputer pertama di dunia. Untuk merayakan Hari Perempuan Internasional atau International Womens Day 2021, KompasTekno akan mengulik siapa sosok Ada Lovelace yang berjasa atas kemajuan komputer hari ini. Lahir dari pasangan penyair dan matematikawan Ada Lovelace memiliki nama lengkap Augusta Ada King, Countess of Lovelace. Ia lahir pada 10 Desember 1815 dengan nama Ada Byron. Ayahnya, George Gordon Buron ialah penyair termahsyur kala itu. Byron menikahi Annabella Milbanke, matematikawan wanita yang dikenal pendiam. Namun, ijab kabul keduanya tak bertahan usang. Singkat cerita, ayah dan ibunya bercerai tak berapa usang sehabis Lovelace lahir. Lovelace sendiri belum pernah berjumpa sang ayah yang meninggal di Yunani ketika beliau berusia 8 tahun. Lovelace dibesarkan Ibunya, tapi dia lebih erat dengan sang nenek. Sebab, Ibunya cukup keras dalam mendidik Lovelace. Ibunya tak ingin Lovelace memiliki ketertarikan akan dunia sastra yang diwarisi Ayahnya. Sehingga, Annabella mencekoki putrinya dengan wawasan sains dan matematika semenjak usia empat tahun. Selain matematika, Lovelace juga dituntut belajar musik dan bahasa Perancis, yang menjadi bahasa pergaulan di Britania Raya ketika itu. Pada kala itu, wanita belum menerima peluang untuk mengenyam pendidikan tinggi sampai jenjang universitas. Para wanita aristokrat seperti keluarga Lovelace, dididik secara privat. Tertarik dunia teknik Menginjak remaja, ketertarikan Lovelace terhadap dunia sastra mulai berkembang walaupun sang Ibu berusaha menahannya. Di usia 12 tahun, Lovelace juga mulai kepincut dengan dunia teknik mesin dan menulis buku bertajuk "Flyology", yang berisi rencana menciptakan peralatan terbang. Ia kesengsem dengan cara kerja mesin saat beliau mendatangi mesin tenun Jacquard yang didapatkan pada 1801. Mesin tersebut memproduksi tekstil dengan contoh anyaman. Alat tenun itu dikendalikan oleh kartu berlubang, di mana satu kartu mengendalikan satu baris tekstil yang ditenun. Apabila kartu dilubangi, benang tenun akan terangkat, namun kalau tidak dilubangi benang akan dilepaskan sendiri. Dengan kata lain, kartu berlubang ibarat mengeluarkan arahan ke mesin tenun. Di mata Ada, hal tersebut ialah suatu bahasa alias kode mesin. Bertemu Charles Babbage sang Bapak Komputer Titik terpenting karier Lovelace yakni saat dirinya menghadiri sebuah program yang diadakan oleh polimetik (ilmuwan lintas bidang), Charless Babbage yang kemudian diketahui sebagai Bapak Komputer. Saat itu, usia Lovelace gres menginjak 17 tahun. Dalam acara tersebut, Babbage mendemonstrasikan mesin penghitung bernama Difference Engine yang sedang dikembangkannya. Melihat demonstrasi itu, Lovelace yang memiliki ketertarikan terhadap angka dan bahasa, tertarik dengan cara yang berlawanan. Di matanya, mesin hitung yang ditunjukan Babbage sangat indah. Ia pun meminta Babbage untuk menjadi mentornya. Kolaborasi bersama Babbage inilah yang kemudian menjinjing Lovelace membuat pemrograman komputer. Sebelum melanjutkan pekerjaannya selaku matematikawan, Lovelace menikah dengan William King di usia 19 tahun dan dikaruniai tiga anak. Setelah menikah, Ia melanjutkan lagi pekerjaannya di bidang matematika. Lovelace juga menerima peluang kerja oleh Profesor Augustus De Morgan dari Universitas College London. Ia juga terus berguru matematika tingkat lanjut bersama temannya, Mary Somerville. Gagasan algoritma dan komputer terbaru Dirangkum KompasTekno dari Computer History, Senin (8/3/2021), sekitar 1840-an, Lovelace mempublikasikan suatu postingan terjemahan berbahasa Perancis berjudul “Notions sur la machine analytique de Charles Babbage” (Gagasan ihwal Mesin Analitik yang Ditulis Charles Babbage). Artikel tersebut ditulis oleh insinyur asal Italia, Luigi Menabrea. Dalam artikel tersebut, Lovelacemenambahkan catatan ekstensifnya perihal gagasannya sendiri. Melansir Brain Pickings, Lovelace menciptakan empat poin utama dalam catatannya. Pertama, Lovelace  membayangkan suatu mesin multi guna yang tidak hanya mampu melakukan tugas-peran yang telah diprogram, namun juga mampu diprogram ulang untuk melakukan operasional yang tidak terbatas. Poin kedua, mesin tersebut tidak cuma bisa melaksanakan perhitungan matematis saja, namun juga mampu memproses musik dan notasi artistik. Ketiga, adalah garis besar langkah-langkah membuat apa yang hari ini disebut algoritma acara komputer. Terakhir, yakni proyeksi mesin yang bisa berpikir sendiri. Banyak sumber menyampaikan bahwa ide Lovelace belum terlalu banyak menarik perhatian dunia ketika itu. Justru, gagasannya mulai banyak perhatian sehabis dia meninggal dunia. Sejumlah penghargaanpun diberikan padanya meski ia sudah tiada. Wafat Ada Lovelace wafat di London, Inggris pada 27 November 1852. Catatan pemikiran  Lovelace  diperkenalkan kembali ke publik oleh BV Bowden. Bowden menerbitkannya dalam suatu buku berjudul Faster Than Thought: A Symposium in Digital Computing Machines. Sebagai bentuk penghormatan, nama Ada Lovelace juga digunakan untuk menamai bahasa pemrograman awal yang diberikan oleh Departemen Pertahanan Amerika. Kini, saban hari Selasa pada pekan kedua bulan Oktober, ditetapkan selaku Ada Lovelace Day, selaku bentuk penghormatan atas bantuan Ada terhadap sains, teknologi, teknik, dan matematika. Ada Lovelace ialah salah satu perempuan penting dalam sejarah teknologi dunia. Dengan keunikannya yang mengawinkan ketertarikan akan angka dan bahasa, Ada mampu menciptakan terobosan gres dalam komputasi. Ia mengidentifikasi desain yang sungguh-sungguh baru. Ada sadar bahwa mesin analitik bisa lebih dari sekadar angka, dan hal tersebut menjadi persepsi permulaan wacana komputer terbaru, di mana mesin mampu berkontribusi pada bidang lain dari usaha manusia, tergolong membuat musik. Lovelace mengetahui bahwa apapaun yang mampu diubah menjadi angka, seperti musik, atau alfabet (bahasa) atau gambar, akan mampu dimanipulasi oleh algoritma komputer. Bagi Lovelace, mesin analitik mempunyai kesempatanuntuk merevolusi cara monyet seluruh dunia, bukan hanya dunia matematika. Artikel ini telah tayang di  Kompas.com  dengan judul "Mengenal Ada Lovelace, Perempuan Programmer Pertama dalam Sejarah"
Sumber http://supiadi74.blogspot.com


EmoticonEmoticon