Rabu, 22 April 2020

Cerita Kelinci Dan Kura-Kura


Di sebuah pagi yang cerah di hutan, kelinci sedang berolahraga berlari. Kelinci terkenal dengan sifat kesombongannya. Karena kesombongannya, warga hutan tidak menggemari kelinci.





Saat itu, kura-kura menyaksikan kelinci. “Kau sedang apa kelinci?” Tanya kura-kura. “Aku sedang berolahraga dong…” kata kelinci. “Aku kan yang tercepat di hutan ini” kata kelinci dengan arogan. “Tidak sepertimu kura-kura, lambat banget jalannya, lihat nih… aku mampu berlari dengan cepat” kata kelinci dengan kesombongannya.





Selesai berolahraga, kelinci datang ke rumah kura-kura. “Hei kura kura! Aku tantang kau untuk lomba lari besok! Jangan pikir kau akan menang ya! Dada…” kata kelinci menantang kura-kura. Kura-kura cuma membisu dan menghela napas. Kura-kura sudah umumdengan arogansi kelinci. Kura-kura telah mendengar ribuan kali diejek oleh kelinci dianggap lambat.





Keesokan harinya dikala kura-kura sedang menuju daerah perlombaan yang dijanjikan, kelinci telah menunggu di daerah perlombaan. “Mana sih kura-kura lambat itu?” kata kelinci pada dirinya sendiri. Berselang 1 jam kemudian, balasannya kura-kura pun tiba dan menghampiri kelinci. “Dari mana saja kau kura-kura lambat? Aku sudah menunggu dari 1 jam yang kemudian!” kata kelinci. “Tentu saja saya dari rumah, saya tidak mampir-mampir kok” jawab kura-kura. “Emang dasar lambat ya kamu!” kata kelinci mengejek kura-kura.





Perlombaan pun dimulai. Sorak sorai penonton menyemangati kura-kura. Walaupun kura-kura sudah tertinggal jauh, penonton tetap menyemangati kura-kura.





Kura-kura tertinggal sangat jauh. Kelinci pun merasa bosan. Karena merasa tidak ada saingan, kelinci pun menanti di bawah pohon yang rindang. “Saat saya melihat kura-kura telah mendekat aku akan kembali berlari” pikir kelinci. Sepoi-sepoi angin yang berhembus membuat kelinci mengantuk. Lama kelaman kelinci pun tertidur.





Saat kura-kura hingga di bersahabat kelinci yang sedang tertidur, kura-kura mengambil potensi ini. Kura-kura tidak membangunkan kelinci melainkan membiarkannya tertidur lelap dan kura-kura melalui kelinci dengan hati-hati tanpa suara biar tidak membuat kelinci terbangun. Akhirnya kura-kura berhasil melewati kelinci tanpa kelinci sadari.





Ketika terbangun, kelinci terburu-buru berlari kembali. Saat mendekati garis finish, kelinci terkejut menyaksikan kura-kura sudah hendak menginjak garis finish itu. Kelinci pun berlari semakin kencang sampai tersandung batu alasannya adalah tidak melihatnya. Akhirnya kura-kura yang mengungguli perlombaan itu. Penonton pun bersorak bangga.





Kelinci pun menyesal atas perilakunya yang tidak sopan terhadap warga hutan terutama kura-kura. Kelinci menghampiri kura-kura dan meminta maaf. “Kura-kura, aku minta maaf atas perilakuku ya” kata kelinci meminta maaf pada kura-kura. “Iya kelinci, saya sudah memaafkanmu sejak dahulu. Akan tetapi jangan diulangi lagi ya?” kata kura-kura. “Ok, aku berjanji. Aku sangat menyesal dengan sikapku selama ini” komitmen kelinci. “Kelinci, sebaiknya kau minta maaf juga terhadap warga hutan atas perilakumu selama ini. Kamu tidak hanya bersalah terhadap aku saja, tetapi bersalah juga dengan warga hutan” hikmah kura-kura. “Baiklah kura-kura, aku akan meminta maaf kepada semua warga hutan” kata kelinci. Kelinci pun meminta maaf terhadap warga hutan. Akhirnya, kelinci dan kura-kura akrab selamanya. Bahkan Kelinci digemari warga hutan dan mempunyai banyak sahabat. Kura-kura semakin senang dengan sikap sahabatnya yang sudah berubah.  Yang tadinya arogan, menjadi baik.





Suatu hari…





“Kura-kura, terima kasih ya, ini semua karenamu. Berkat kamu, aku bisa menjadi mirip ini” kata kelinci datang-datang. “Sama-sama kelinci, aku senang kamu bisa mengganti sikapmu sendiri” kata kura-kura. “Maksudnya, apa kura-kura?” Tanya kelinci. “Maksudnya yaitu kamu belum pasti bisa sebaik ini jikalau hanya sebab aku, tetapi semua karena dirimu sendiri” kata kura-kura. “Bisa jadi saat aku menang, kau jadi marah atas kekalahanmu, kemudian sifatmu malah jadi semakin jelek. Untung kau menyadari kesalahanmu dan menyesal” kata kura-kura melanjutkan. ”Oh iya juga ya, setuju terima kasih diriku..” kata kelinci. Kura-kura pun tertawa mendengar perkataan kelinci.





Akhirnya, kelinci dan kura-kura erat selamanya. Kelinci pun dimaafkan oleh warga hutan. Bahkan kelinci dijadikan seorang pengasuh anak di hutan itu.





Baca juga:
Akibat atau Kerugian Tidak Percaya Diri
Solusi untuk Nina yang tak mausekolah
Anak malas dan arogan





PESAN MORAL
Dongeng Kelinci dan Kura-kura





Kita dilarang angkuh, terlebih mengejek seseorang. Jika kita sombong, kita tidak akan disukai sahabat-sahabat karena arogansi kita. Makara yang sombong, ubahlah sifatmu menjadi orang yang bagus hati.





Sekolah: SDI Cikal Harapan 2
Karya: Rafifa Amira Rahmani
Umur: 10 Tahun
Kelas: 4A



Sumber ty.com


EmoticonEmoticon